Jumat, 04 November 2011

LINGKUNGAN HIDUP JAKARTA


Lingkungan hidup di Jakarta sudah kacau, semua sarana memang lengkap tetapi mangapa untuk tumbuhan dan resapan-resapan air malah di minimalisir. Banjir dimana-mana, akibat banjir perekonomian, perkantoran, dan pembelajaran pun menjadi tidak lancar. Jakarta sudah tidak seperti dulu lagi, dulu Jakarta sangat saya idam-idamkan tetapi sekarang mendengarnya saja saya sudah malas. Tidak ada ruang kosong dijakarta. Semua di tutup oleh gedung-gedung pencakar langit, dan efek yang ditimbulkan adalah macet, polusi, tumbuhan hanya menjadi penghias saja.
Ada apa dengan Jakarta, Jakarta tidak sepertii yang dikenal dulu. Pemimpin pun sudah tidak ada yang betul, semuanya pembohong, mereka memimpin hanya ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyat kecil dibawahnya yang tertindas oleh perilaku yang dilakunanya. Harus ada kesadaran dalam diri kita masing-masing untuk merubah ini semua agar Jakarta tidak seperti sekarang.
Kita harus peduli terhadap lingkungan, kita harus mebuang sampah pada tempat yang ssudah disediakan, jangan membuangnya secara sembarangan. Karena 50% banjir di jakrta disebabkan oleh sampah-sampah ang dibuang secara sembarangan. Dan juga marilah kita menanam tumbuhan, karena kini kendaraan semakin banyak, otomatis polusi yang dikeluarkan pun lebih banyak. Oleh sebab itu mari kita tanam tumbuhan agar bias menetralisir polusi-polusi di Jakarta. Kalau bukan kita siapa lagi? Kita harus mulai dari diri sendiri dulu.
Mari kita ssma-sama buat Jakarta yang bersih, indah, dan asri agar kita nyaman disana. Agar timbul pandangang positif tentang Jakarta, jakrata adalah ibukota. Ibukota seharusnya indah, dan menonjol disbanding dengan kota-kota lainnya. Agar kita bias menunjukkan pada Negara lain bahwa ibukota kita bersih, indah, dan asri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar